Saat anak akan melakukan sunat sebagai orangtua, perlu memverifikasi peralatan medis untuk sunat yang digunakan digunakan steril.
Bersih dari segala bakteri penyakit, bahkan satu kali pakai untuk mengurangi kemungkinan menularnya penyakit dari satu pasien ke pasien lainnya.
Apabila melakukan sunat di dalam infrastruktur kemampuan fisik seperti, klinik, pusat kemampuan fisik rakyat lalu sebagainya, tempat-tempat yang disebutkan tentunya miliki alat sterilisasi.
Selain menjaga kebersihan dan juga kesterilan alat medis , sebagai upaya menjaga dari penulatan penyakit dari satu pasien sunat ke pasien lainnya, menggunakan perangkat sunat/ circumcision kit satu kali pakai juga bisa saja menjadi solusinya.
Salah satu yang digunakan memberikan perubahan terbaru di penyempurnaan metode sunat di area Indonesia adalah Rumah Sunat dr. Mahdian yang memiliki item unggulan, yaitu alat sunat sekali pakai serta metode sunat MK Plus.
Metode sunat yang tersebut diklaim sebagai penyempurnaan dari metode sunat terdahulunya. Di mana proses sunat ini memudahkan berbagai pihak, baik praktisi maupun pasien juga keluarga.
Banyak benefit yang tersebut didapatkan dari pemakaian MK PLUS, diantaranya minim rasa sakit, tanpa perban, tanpa jarum suntik, alat sekali pakai, mampu dengan segera beraktivitas, tiada ada alat yang menempel pada tubuh, dapat kontrol kapan pun dan juga di tempat mana saja.
Dengan proses sunat kemudian kontrol yang membantu di efisiensi waktu, juga membantu perawatan yang dimaksud mudah selama proses penyembuhan.
“Kami menerima masukan dari berbagai kalangan, lantaran hal itu yang digunakan menyebabkan kami terus mengalami perkembangan hingga pada waktu ini. Kehadiran MK PLUS diharapkan menjadi solusi bagi praktisi juga pasien di efisiensi waktu pengerjaan, kontrol kemudian penyempurnaan dari metode sebelumnya”, ujar Direktur Rumah Sunat dr. Mahdian, Abdurrahman.
Rumah Sunat dr. Mahdian sudah pernah menjadi pelopor di dunia kesehatan, yaitu circumcision pada kurun waktu beberapa tahun terakhir. Awalnya, Rumah Sunat dr. Mahdian menjadi pusat perhatian dengan meluncurkan metode sunat Mahdian Klem.
Metode sunat yang diproduksi secara segera oleh dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS selaku owner lalu berhasil mendapatkan predikat hasil karya anak bangsa untuk pertama kalinya.
Menyadari bahwa pemakaian klem semakin meningkat pada Indonesia, lalu untuk mendapatkannya masih sulit akibat alatnya masih diimport dari luar negeri. “Saya menciptakan klem sesuai anatomis anak Indonesia yang tersebut hasilnya tak kalah dengan buatan luar negeri,” ujar dr. Mahdian.
Tidak berhenti sampai pada sana, Rumah Sunat dr. Mahdian berupaya berinovasi kembali dengan campaign “Sunat Tanpa Jarum Suntik”. Gagasan ini tercetus untuk mengatasi anak-anak yang dimaksud trauma akan jarum suntik. Sehingga tidak ada ada lagi faktor utama yang dimaksud menghasilkan anak untuk takut akan di tempat sunat.

